crying for happiness
Baca-baca bulletin FS…, ada tulisan bagus ttg wanita yang menangis…,
so..jadi inget pengalaman2 masa lalu…setangguh-tangguhnya perempuan..sehebat-hebatnya mereka, setinggi-tingginya pendidikan dan pendapatan mereka..tapi kalau lagi sedih tak tertahankan..larinya ke tangisan juga…
dulu waktu aku masih naif dan lugu.. I tought that they were crying karena mereka lagi sedih berat…., ternyata setelah direnungi lebih lanjut membuktikan bahwa kegiatan menangis itu bukan karena mereka lagi sedih ..tapi karena mereka hanya sekedar ingin menangis saja…menangis adalah kebutuhan utama buat wanita…ada kebahagian bagi mereka ketika sedang menangis…Mengeluh tentang keadaan sekarang, bernostalgia mengenang masa-masa lalu mereka yang penuh bahagia, mengkhawatirkan hari esok….but the point is they enjoying ‘tangisan’ mereka because that make them be happy and make them merasa tenang, aman dan damai …..seperti paradox yang mungkin mereka sendiri tidak menyadari-nya…as if they would like to say this…".I am happy when i am crying..so let me crying for a while"….
ini ada tulisan ttg reaksi berbagi macam tipe co ketika menghadapi wanita yang sedang menangis….
Jika seorang wanita menangis dihadapanmu.
Cowok CueX: Biarin Aja, nanti juga diam sendiri
Cowok Naif: Beliin Permen sama balon
Cowok nggak sabaran: Hari geene masih nangis ?
Cowok Sensitif: Ikutan Nangis
Cowok Pasrah : Terserah deh !
Cowok Idaman : menangislah sepuasnya dipundakku, tanggannya melingkar melindungi wanita
Cowok Tajir: Beliin Mobil
Cowok Romantis: Bacain Puisi
Cowok Horni : diajak ke tempat tidur
Cowok Bete : Dipeluk sambil bisikin, kita putus aja ya..cape’ nih..kamu nangis mulu sih.
Cowok Narsis : sibuk lagi ngambil foto diri sendiri
Cowok Dermawan: ngeluarin recehan sembari bilang May God Bless You..
Cowok Kritis: nanya ada apa nih? siapa? kenapa? dimana? kenapa? kok bisa sih? ya sudah…ambil positifnya aja.
Cowok tulalit : kamu nangis atau bahagia sih ? nggak bisa bedainnya nih…
Cowok ahli Hipnotis : saya hitung 1,2,3 dihitungan ketiga anda melupakan semuanya…lupakan semuanya..lupakan..
Cowok Kejam: hehehehe…..ini belum apa-apa sayang…nanti aku bisa bikin kamu tambah nangis sengsara meraung-raung …..lebih parah .lagi….hahahahahahahahahahahaha…….
August 23rd, 2005 at 2:54 am
Mengapa Wanita Mudah Menangis?
Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya pada ibunya. “Ibu, mengapa Ibu menangis?”. Ibunya menjawab, “Sebab aku wanita”.
“Aku tak mengerti” kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. “Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti….”. Kemudian anak itu bertanya pada ayahnya. “Ayah, mengapa Ibu menangis?, Ibu menangis tanpa sebab yang jelas”. Sang ayah menjawab, “Semua wanita memang sering menangis tanpa alasan”. Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.
Sampai kemudian si anak itu tumbuh menjadi remaja, ia tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis. Hingga pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, “Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?”
Dalam mimpinya ia merasa seolah Tuhan menjawab, “Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur. Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali ia menerima cerca dari anaknya itu.
Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa. Kepada wanita, Kuberikan kesabaran untuk merawat keluarganya walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.
Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi dan situasi apapun. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.
Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Sebab bukankah tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak. Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya.
Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi.
Dan akhirnya Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Ku-berikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan.
Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya air mata ini adalah air mata kehidupan”.